Menjawab Kirim Salam


بسم الله الرحمن الرحيم
روي في صحيح مسلم، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا، وَلاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ.
Diriwayatkan dalam Shohih Muslim dari Abu Hurairah RA, bersabda Rosulullah SAW :
"Kalian tidak bisa masuk surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian sesuatu hal yang jika kalian melakukannya niscaya akan saling mencintai ? Sebarkanlah salam di antara kalian".

" ASSALAMU'ALAIKUM "





Kata salam seperti ini adalah hal yg sering kita dengar dalam kehidupan sebagai seorang muslim.  Yah, salam merupakan salah satu bentuk "syiar" dalam Islam dan merupakan kesunnahan yg sangat dianjurkan (muakkad). Dan keutamaan dari salam ini sangatlah banyak sebagaimana disebutkan Rosulullah SAW dalam hadits-hadits beliau.
Sebenarnya ada beberapa hukum dari salam ini mulai dari sunnah, wajib, haram, makruh dan mubah yg kesemuanya itu karena perbedaan pelaku, keadaan, tempat dan sebab lainnya. Misalnya salam kepada orang kafir, antara lelaki perempuan yg bukan mahram, sedang berada di kamar mandi, sedang sholat, dll.

1. Sunnah, ini adalah asal hukum dari memulai salam dan berlaku secara umum untuk pertemuan sesama muslim, baik antara dua orang atau jama'ah.
2. Wajib, ini adalah asal hukum dalam menjawab salam baik antara dua orang atau jama'ah.
3. Haram, jika mengucap atau menjawab salam untuk orang kafir.
4. Makruh, jika mengucap salam pada orang yg sedang sholat, atau sedang berada di kamar mandi, atau sedang tidur.
5. Mubah, jika perempuan tua yg tidak menimbulkan fitnah (karena kecantikannya) mengucap salam kepada lelaki.
Adapun mengucap atau menjawab salam antara lelaki dan perempuan cantik yg bisa menimbulkan fitnah maka tidak diperbolehkan.
(rangkuman dari Kitab Al Adzkar An Nawawi, Bab Salam dan Isti'dzan)


 
MENJAWAB 'KIRIM SALAM"

Suatu hari Spassiball, teman dari Riau kirim tekt message di yahoo messenger ; 
"Akhi Zein ..., Naff kirim salam untuk kamu".

Ucapan kirim salam seperti di atas sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin kita yang mendapat kiriman salam atau terkadang kita yang dititipi salam, baik dari orang lain, teman ataupun keluarga, baik secara langsung atau melewati surat atau sms.

Terinspirasi hal tersebut, saya coba mengulas bagaimana seharusnya cara menjawab "kiriman salam" dari seseorang.
Sebagai rujukan atas masalah tersebut adalah kitab Al Adzkar An Nawawi yang menjelaskan dalil tentang kirim / jawab salam.
وروينا في سنن أبي داود عن غالب القطان عن رجل قال: حدثني أبي عن جدي، قال: بَعَثَنِي أَبِي إِلَى رَسُوْلِ الله - صلى الله عليه وسلم - فقال: اِئْتِهِ فَأَقْرِئْهُ السَّلامَ، قَالَ:  فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ : إنَّ أَبِي يُقْرِئُكَ السَّلاَمَ، فَقَالَ : عَلَيْكَ وَعَلَى أَبِيْكَ السَّلاَمُ.
Diriwayatkan dalam Sunan Abu Daud dari Gholib Al Qotthon dari seseorang yg berkata, ayahku telah memberitahuku dari kakekku, dia berkata : "Ayahku mengutusku kepada Rosulullah SAW dan berkata ; Temuilah Rosulullah dan sampaikan untuknya salam. Maka aku mendatangi Rosulullah dan kukatakan, "Sesungguhnya ayahku menyampaikan salam untuk Engkau", maka Rosulullah menjawab : "Alaika wa 'ala abiika assalam (semoga keselamatan atasmu dan juga ayahmu)"

"Wa'alaikum salam"
Ini adalah jawab kita jika ada seseorang yg mengucap salam kepada kita.
Sebagaimana kita maklumi, hukum menjawab salam adalah wajib. Dan arti dari salam tersebut adalah doa keselamatan.

Begitu juga dengan kiriman salam, maka kita juga wajib menjawabnya seketika/langsung setelah kita mendengar atau mendapatkannya.
Namun jika kita hanya mengucap "wa'alaikum salam", kita hanya mendoa'kan orang yg mengucap salam saja. Sedangkan yang mengirim salam tidak mendapat doa kita, ini menurut tata bahasa Arabicnya.
"wa'alaikum salam" berarti "semoga keselamatan juga terlimpah atasmu"

Maka untuk "kirim salam" ini terdapat tambahan lafadz yang berbeda sesuai dengan jenis kelamin pengucap dan pengirim salam, laki-laki (mudzakkar) atau perempuan (mu'annats)
Misalnya :
1. Ahmad berkata : 
      "Ya Ali..., Bibi Aminah kirim salam untukmu"
2. Fatimah  berkata : 
      "Ibu..., Kakek   kirim salam untuk Ibu"

maka untuk "kirim salam" di atas :
1. Ali menjawab  : 'alaika wa 'alaihas salam 
                           semoga keselamatan juga atasmu 
                          (Ahmad) dan dia (Bibi Aminah)
2. Ibu menjawab : 'alaiki wa 'alaihis salam
                           semoga keselamatan juga atasmu
                          (Fatimah) dan dia (Kakek)

Pembeda dari jawaban di atas intinya terletak pada akhir kata yg menunjukkan jenis kelamin.
"ka" = kamu (laki-laki)            "hi" = dia (laki-laki)
"ki"  = kamu (perempuan)     "ha" = dia (perempuan) 

Dari kedua contoh di atas terdapat perbedaan jenis pelaku, baik pengucap maupun pengirim salam. Untuk itu cara menjawab "kirim salam"nya pun menjadi berbeda disesuaikan dengan kaidah tata bahasa Arab.

Pada dasarnya jika kita mendapat "kirim salam", pasti kita sudah mengetahui siapa orang yg sedang ucap salam atau yg mengirim salam kepada kita, laki-laki kah dia atau perempuan. Nah inilah yang menjadi pembeda bentuk grammer jawaban salam kita.
    
Beberapa bentuk lafadz cara menjawab "kirim salam" adalah sebagai berikut :

1. Pengucap salam laki-laki dan pengirim salam laki-laki
    contoh : Ahmad berkata, "Zein..., Hasan kirim salam untukmu"
    Jawabnya = 'alaika wa 'alaihis salam

2. Pengucap salam laki-laki dan pengirim salam perempuan
    contoh : Ahmad berkata, "Zein..., Bibi Aminah kirim salam untukmu"
    Jawabnya = 'alaika wa 'alaihas salam

3. Pengucap salam perempuan dan pengirim salam perempuan
    contoh : Zahra berkata, "Zein..., Bibi Aminah kirim salam untukmu"
    Jawabnya = 'alaiki wa 'alaihas salam

4. Pengucap salam perempuan dan pengirim salam laki-laki
    contoh : Zahra berkata, "Zein..., Hasan kirim salam untukmu"
    Jawabnya = 'alaiki wa 'alaihis salam

5. Pengucap salam laki-laki dan pengirim salam dua orang lebih
    contoh : Ahmad berkata, "Zein..., jama'ah majelis kirim salam untukmu"
    Jawabnya = 'alaika wa 'alaihimus salam

6. Pengucap salam perempuan dan pengirim salam dua orang lebih
    contoh : Zahra berkata, "Zein..., jama'ah majelis kirim salam untukmu"
    Jawabnya = 'alaiki wa 'alaihimus salam

Ini adalah beberapa bentuk jawaban "kirim salam" menurut tata bahasa Arabicnya, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita demi kesempurnaan Syiar Islam terutama dalam menyebarkan salam.
Segala kebenaran datangnya dari Allah SWT, dan kesalahan berasal dari alfaqir karena minimnya pengetahuan.

والله الموفق وأعلم بالصواب
Allah yang memberi taufiq dan lebih mengetahui kebenaran






  
 

8 komentar:

  1. shukron jiddan ya musyrif zein.. semoga blognya bermanfaat memberikan ilmu bahasa arab kepada ummat.. and dibalas kebaikan and berkah oleh ALLAH. amin

    BalasHapus
  2. Mashallah..terima kasih dalam perkongsian ilmu mu..

    BalasHapus
  3. akan lebih tepat kalau kata salam yang diucapkan adalah as-salam, sehingga untuk contoh dua yang terakhir (5 dan 6) adalah .........wa 'alaihimus salam.
    syukron.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, koreksi ini yg saya tunggu, lebih enak dibaca, jazakallah

      Hapus
    2. wassalaamu 'alaa manittaba'al huda
      Berbahagialah atas orang-orang yang mengikuti petunjukNya

      Hapus